TARAKAN — Kiprah SMP Muhammadiyah 1 Plus Tarakan dalam pengembangan kualitas pendidikan tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah sendiri. Kepala SMPMUTU Plus Tarakan, Asnawir, SE., M.Pd., kembali dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan peningkatan kompetensi guru, kali ini di SMA Negeri 4 Tarakan.
Selama tiga hari, 26–28 Agustus 2026, Asnawir memfasilitasi 33 guru SMAN 4 Tarakan dalam In House Training (IHT) Penyusunan Modul Ajar Berbasis Aktivitas yang Bermakna. Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bersama untuk menguatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang tidak berhenti pada penyusunan perangkat, tetapi benar-benar menghadirkan aktivitas belajar yang bermakna bagi murid.
Selain mengemban amanah sebagai Kepala SMPMUTU Plus Tarakan, Asnawir saat ini juga menjabat sebagai Wakil Rektor I INSTEKMU Tarakan. Pengalaman dalam kepemimpinan sekolah dan pengembangan pembelajaran tersebut menjadi bagian yang dibagikan kepada para guru selama kegiatan berlangsung.
Menariknya, materi tidak langsung dimulai dengan teknis penyusunan modul ajar. Pada sesi pertama, Asnawir justru membuka kegiatan dengan Growth Mindset atau pola pikir bertumbuh.
Menurutnya, sebelum mengubah modul ajar dan strategi pembelajaran, hal pertama yang perlu disentuh adalah cara pandang guru terhadap proses belajar, terhadap dirinya sendiri, dan terutama terhadap kemampuan murid untuk berkembang.
“Perubahan pembelajaran tidak cukup hanya dengan mengganti format perangkat ajar. Guru juga perlu terus bertumbuh. Ketika guru percaya bahwa dirinya masih bisa belajar, memperbaiki praktik, mencoba cara baru, dan percaya setiap murid dapat berkembang, dari situlah perubahan pembelajaran dimulai,” ujar Asnawir.
Dari Growth Mindset, peserta kemudian dibawa memahami konsep dan paradigma pembelajaran bermakna. Para guru diajak membedakan aktivitas bermakna dengan aktivitas biasa, kemudian melihat kembali hubungan antara Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, aktivitas murid, dan pengalaman belajar yang ingin dibangun di kelas.
Pada hari pertama, peserta juga berlatih membongkar Capaian Pembelajaran dan Tujuan Pembelajaran menjadi pengalaman belajar, memahami susunan modul ajar berbasis aktivitas, serta mulai mendesain alur aktivitas pembelajaran yang bermakna.
Memasuki hari kedua, proses belajar semakin banyak diarahkan pada praktik. Guru menyusun aktivitas pembelajaran sesuai mata pelajaran masing-masing dan melanjutkannya dengan praktik penyusunan LKPD serta aktivitas murid.
Dalam proses tersebut, Asnawir mendorong peserta untuk tidak terjebak pada pertanyaan tentang kelengkapan sebuah modul. Guru justru diajak memikirkan apa yang nantinya benar-benar dilakukan murid, bagaimana murid terlibat dalam proses belajar, dan pengalaman seperti apa yang memungkinkan mereka memahami pembelajaran secara lebih mendalam.
Hari ketiga menjadi ruang untuk menguji hasil kerja. Peserta mempresentasikan modul dan aktivitas yang telah disusun, mendapatkan tanggapan, serta saling belajar dari rancangan kelompok lainnya.
Kepala SMA Negeri 4 Tarakan, Nurlinah, S.Kom., M.Pd., mengapresiasi proses pendampingan yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan berdampak langsung terhadap praktik pembelajaran guru di kelas.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti pada tersusunnya modul ajar. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana hasil yang diperoleh selama tiga hari ini benar-benar dibawa ke ruang kelas sehingga aktivitas belajar murid semakin terarah, aktif, dan bermakna,” ujar Nurlinah.
Kesan positif juga disampaikan Husnaini, guru Biologi SMAN 4 Tarakan. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman tentang penyusunan modul, tetapi mengajak peserta melihat kembali kualitas aktivitas belajar yang selama ini diberikan kepada murid.
“Kami tidak hanya diajak membuat modul, tetapi memikirkan kembali apakah aktivitas yang kita berikan memang membuat murid belajar dan memahami. Setelah mendapatkan konsep, kami langsung mencoba menyusunnya sesuai pembelajaran yang kami ampu,” ungkap Husnaini.
Bagi SMPMUTU Plus Tarakan, kepercayaan yang diberikan kepada kepala sekolahnya untuk berbagi dan mendampingi pendidik di satuan pendidikan lain menjadi bagian dari semangat untuk terus bertumbuh sekaligus membangun kolaborasi pendidikan di Kota Tarakan.
Sebab praktik baik pendidikan semestinya tidak berhenti di dalam pagar satu sekolah. Pengetahuan dan pengalaman akan semakin berarti ketika dibagikan, didiskusikan, diuji dalam praktik, lalu memberikan manfaat yang lebih luas.
Dari SMPMUTU Plus Tarakan menuju ruang-ruang belajar di sekolah lain, semangat yang dibawa tetap sama: guru terus bertumbuh agar murid memperoleh pengalaman belajar yang semakin bermutu dan bermakna.
SMPMUTU Plus Tarakan
Sekolah Bermutu dan Religius
Sekolah dengan Paradigma Baru dan Keunggulan Baru.
Jl. KH. Agus Salim RT. 7 Depan BAZNAS Selumit Tarakan
E-Mail : smpmutuplustarakan@gmail.com
© SMP Muhammadiyah 1 Plus Tarakan. All Rights Reserved.