NUNUKAN — Pengalaman membangun dan menggerakkan sekolah menjadi bekal Kepala SMP Muhammadiyah 1 Plus Tarakan, Asnawir, SE., M.Pd., saat dipercaya Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) PDM Kabupaten Nunukan menjadi narasumber Upgrading Guru Muhammadiyah Nunukan bertema “Menuju Sekolah Idola”, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WITA dan diikuti kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Nunukan.
Asnawir diundang bukan hanya untuk menyampaikan konsep pengembangan sekolah, tetapi juga berbagi pengalaman panjangnya sebagai pendidik dan kepala sekolah. Ia mengawali pengabdian sebagai guru selama tujuh tahun, kemudian menjadi Kepala SMPMUDA Tarakan selama 12 tahun. Dalam perjalanan tersebut, ia pernah mendapat pengakuan sebagai Kepala Sekolah SMP Inovatif Kemendikbudristek pada 2023 dan Kepala Sekolah Inspiratif pada 2024.
Dua tahun terakhir, Asnawir mengemban amanah sebagai Kepala SMPMUTU Plus Tarakan. Sekitar enam bulan sejak kepemimpinannya dimulai pada 2024, sekolah tersebut mulai menunjukkan akselerasi. Salah satu momentumnya terlihat pada puncak Jambore GTK tingkat Provinsi Kalimantan Utara, ketika guru, tenaga kependidikan, komunitas belajar, dan tim sekolah meraih sejumlah penghargaan. Salah seorang guru SMPMUTU Plus bahkan menjadi Juara 1 Guru SMP Inovatif tingkat Kalimantan Utara dan menembus lima besar terbaik nasional.
Saat ini, selain memimpin SMPMUTU Plus Tarakan, Asnawir juga mengemban amanah sebagai Wakil Rektor I INSTEKMU Tarakan dan aktif berbagi dalam berbagai kegiatan peningkatan kompetensi pendidik.
Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PDM Kabupaten Nunukan, Ust. Zaim Fathoni, S.Ag., yang membuka kegiatan, mengatakan pengalaman nyata dalam mengembangkan sekolah menjadi salah satu alasan pihaknya menghadirkan Asnawir.
“Kami menghadirkan Pak Asnawir karena beliau memiliki pengalaman panjang sebagai guru dan kepala sekolah. Kami juga melihat perkembangan SMPMUTU Plus Tarakan yang cukup menarik, baik dari perubahan sekolah, prestasi GTK maupun upaya membangun kepercayaan masyarakat. Pengalaman nyata seperti inilah yang ingin kami hadirkan untuk dibagikan kepada kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan Muhammadiyah di Nunukan,” ujar Zaim.
Menurutnya, upgrading tersebut diharapkan tidak berhenti pada tambahan pengetahuan dan motivasi, tetapi melahirkan perubahan ketika peserta kembali ke sekolah masing-masing.
Kegiatan diawali dengan sesi “Membangunkan Kesadaran: Menuju Sekolah Idola”. Asnawir mengajak peserta menjawab pertanyaan mendasar: mengapa orang tua harus memilih sekolah kita?
Menurutnya, sekolah idola tidak hanya ditentukan oleh gedung yang bagus atau banyaknya program. Sekolah idola adalah sekolah tempat murid ingin belajar, orang tua menaruh kepercayaan, guru bangga menjadi bagian di dalamnya, dan masyarakat dengan sukarela merekomendasikannya.
Pembahasan kemudian bergerak pada Guru Well Educated dan Audit Diri. Peserta diajak melihat kembali kapasitas masing-masing, kemudian dilanjutkan dengan Upgrade Kapasitas Belajar-Mengajar dan praktik redesign pembelajaran agar guru tidak sekadar menyampaikan materi, tetapi mampu mendesain pengalaman belajar yang membuat murid berpikir, bertanya, mencoba, berdiskusi, berkarya, dan melakukan refleksi.
Selepas ISHOMA, peserta memasuki sesi Guru Tangguh dan Tahan Banting melalui sejumlah studi kasus yang dekat dengan realitas pendidik. Pembahasan kemudian bergerak pada peran guru, wali kelas, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah sebagai satu kekuatan dalam membangun sekolah.
“Sekolah tidak akan melesat karena kerja satu orang. Ketika orang-orang di dalam sekolah mau belajar, bergerak, dan memiliki target yang sama, perubahan mulai terlihat. Karena itu, kalau ingin meng-upgrade sekolah, yang pertama harus kita upgrade adalah manusianya,” ujar Asnawir.
Puncak kegiatan berlangsung pada sesi “Menyusun Target Melesat”. Peserta diminta menentukan target konkret yang akan diwujudkan pada tahun ajaran 2026/2027.
Target tersebut tidak hanya menjadi catatan pelatihan. Setiap peserta menuliskan sendiri komitmennya dengan tulisan tangan dan membubuhkan tanda tangan di hadapan Ketua PDM Kabupaten Nunukan. Langkah tersebut menjadi simbol bahwa setelah upgrading selesai, ada target yang harus dikerjakan dan perubahan yang harus dibuktikan di sekolah masing-masing.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup oleh Ketua PDM Kabupaten Nunukan, Ust. H. Nurding Sage, S.Ag., M.Pd.
Bagi SMPMUTU Plus Tarakan, kepercayaan kepada kepala sekolahnya untuk berbagi pengalaman dengan keluarga besar pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Nunukan menjadi bagian dari semangat bertumbuh dan menguatkan jejaring antarsekolah Muhammadiyah.
Pengalaman membangun sekolah akan semakin berarti ketika tidak berhenti di satu tempat, tetapi dibagikan untuk ikut menggerakkan sekolah lainnya.
Dari Tarakan ke Nunukan, pesan yang dibawa sederhana: sekolah idola tidak sedang kita tunggu. Kitalah yang akan membangunnya.
Jl. KH. Agus Salim RT. 7 Depan BAZNAS Selumit Tarakan
E-Mail : smpmutuplustarakan@gmail.com
© SMP Muhammadiyah 1 Plus Tarakan. All Rights Reserved.